Permata di Pinggiran Kota Ruteng

Permata di Pinggiran Kota Ruteng
Ket: Para pengunjung sedang berpose bersama pengrajin di Kios Souvenir dan Kopi Herbal Susteran Gembala Baik. Sumber: Dokumen Pribadi.

Ngkiong.com – Ada yang menarik di Biara Susteran Gembala Baik Ruteng, Flores-NTT. Biara yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi taman kanak-kanak di Kota Ruteng itu kini disulap menjadi “kios” souvenir dan kopi herbal berkualitas tinggi. Meskipun letaknya cukup tersembunyi di pinggiran kota Ruteng, yakni di Kelurahan Carep, Kec. Langke Rembong, kios ini tidak kehilangan daya pikatnya di kota yang terkenal dengan temperatur yang dingin ini.

Letaknya yang hanya 200 meter arah selatan jalan Trans Flores membuat tempat ini mudah diakses. Dengan berkendara atau bahkan berjalan kaki sekalipun, Anda bisa merasakan kesejukan di Biara yang dekat dengan Lembaga Pemasyarakatan Ruteng. Selain lokasinya yang mudah diakses, apa saja yang menarik dari kios souvenir dan kopi herbal ini?

Kios Souvenir dan Kopi Herbal Gembala Baik mempromosikan produk-produk lokal berupa souvenir bermotifkan tenunan lokal dan kopi Manggarai-Flores. Bahan pembuatan souvenir diperoleh dari pengrajin tenun yang berasal dari beberapa wilayah di Manggarai seperti Colol, Cibal, dan Todo.

Lewat tangan para pengrajin yang didampingi secara khusus di Biara Susteran Gembala Baik inilah, bahan-bahan baku yang sebelumnya dijual dengan harga yang relatif murah, kini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. “Dari selembar kain tenun kita bisa menghasilkan berbagai macam produk kreatif seperti selendang, topi, dompet, tas, atau masker. Produk-produk ini kemudian akan dijual kepada para pengunjung baik lokal maupun manca negara yang sempat mampir,” demikian tandas Suster Natalia, pengembang dan pengelola Kios Souvenir dan Kopi Herbal ini.

Baca juga: Asistensi dan Nasib Para Alumni STKIP Ruteng

Selain souvenir-souvenir bermotifkan tenunan lokal, kios yang lebih kurang berukuran 3×6 meter persegi itu juga menjajakan kopi kemasan herbal bermutu tinggi. Bahan baku kopi kemasan tersebut juga berasal dari petani-petani lokal. Suster Natalia menegaskan bahwa kopi-kopi tersebut diolah secara modern. “Kopi-kopi khas Manggarai-Flores itu akan dipilih dan diolah melalui serangkaian tahapan, seperti tahap pencucian, fermentasi, pengeringan, dan roasting, sebelum kemudian disuguhkan atau dikemas” tambah Suster yang berkarya di Ruteng sejak tahun 2015.

Bukan hanya lokasi yang strategis dan produk yang memikat, Kios Souvenir dan Kopi Herbal milik susteran yang sudah berkarya sejak tahun 1987 di Ruteng itu juga mempunyai visi yang khas. Para petani dan pengrajin yang diperkejakan di situ ialah ibu-ibu yang suaminya merantau ke luar daerah. Sebagaimana dijelaskan oleh Suster Natalia, kios souvenir dan kopi itu tidak akan menghapus cita rasa spiritualitas suster-suster Gembala Baik.

Baca juga:Menjadi Orang Biasa-Biasa Saja

Suster Gembala Baik adalah konggregasi yang mempunyai perhatian terhadap pemberdayaan manusia terutama perempuan. Karena itu, lewat pengembangan ekonomi kreatif para ibu yang mempunyai beban ekonomi yang tinggi dan ditinggal pergi oleh suaminya akan dirangkul dan diberdayakan. Tidak berlebihan jika Kios Souvenir dan Kopi Herbal ini disebut sebagai permata di pinggiran Kota Ruteng.  *

Penulis: Ans Gara

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Google Analytics Stats

generated by GAINWP