Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Ngkiong.com – Pada saat ini dunia tengah menghadapi wabah pandemi global yang bernama virus corona atau yang dikenal dengan nama Covid-19 (corona virus disease-19). Virus corona atau Covid-19 ini awal mula ditemukan pada tangga 31 Desember di kota Wuhan propinsi Hubei Tingkok, Cina oleh seorang dokter yang bernama Li Wenling. Penyebaran virus ini mirip dengan virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), gejalanya mirip flu, sesak nafas, demam, dan batuk kering.

Hingga kini Covid-19 ini tengah merebak di berbagai belahan dunia, kasus kematian mencapai ribuan jiwa. Badan organiasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) kemudian pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan virus corona sebagai pandemi global.

Tercatat beberapa negara yang memiliki kasus kematian yang tinggi seperti, Italia, Tiongkok,  Amerika Serikat, Iran,  dan spanyol. Penularan yang sangat cepat dan lincah serta sulitnya mendeteksi orang yang terpapar karena inkubasi  selama kurang lebih 14 hari menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.

Penyebab terbesar penyebaran virus ini adalah mobilisasi kegiatan sosial manusia yang tidak bisa dihindari. Apalagi obat penawar  untuk penyebuhan Covid-19 ini sulit ditemukan sehingga angka kematian menjulang tinggi. Rumah sakit dan para tenaga medis merasa kewalahan untuk menangani jumlah pasien yang membeludak, sehingga banyak pasien yang tidak bisa ditangani dengan baik. Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis menjadi salah satu penyebab banyaknya pasien yang meninggal karena virus ini termasuk para medis.

Baca Juga: Motang Rua

Aktivitas Pembelajaran sebelum Pandemi (foto Dok :Juito Ndasung)

“Kebingungan banyak stakeholder dari berbagai tingkatan pendidikan terkait dengan pelaksanaan pendidikan dalam jaringan (daring) adalah ketidaksiapan, baik dari segi insfrastruktur sekolah maupun dari kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolah teknoklogi informasi (TI) sebagai media penyalur pembelajaran,”

Dampak Pandemi Bagi Pendidikan

 Rumitnya penanganan penularan Covid-19 membuat pemimpin-pemimpin dunia menerapkan sejumlah kebijakan yang sangat ketat untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Salah satu kebijakan yang diterapkan pemerintah adalah social distancing (pembatasan sosial),  dan belakangan ini pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan melarang masyarakat untuk mudik. Sejumlah kebijakan ini berdampak terhadap segala aspek kehidupan manusia. Akibat dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut sangat berdampak bagi laju pertumbuhan dan kemajuan bangsa. Yang paling fatal adalah masalah ekonomi karena berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup manusia. 

Tidak hanya ekonomi, pendidikan merupakan menjadi salah satu dampak yang  sangat fatal dari kebijakan pemerintah. Keputusan meliburkan sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat gelisah banyak pihak.  Kebijakan belajar dari rumah tertuang dalam surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan, dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, tentang kegiatan belajar mengajar yang dapat dilakukan dalam jaringan (daring) .

Kebingungan banyak stakeholder dari berbagai tingkatan pendidikan terkait dengan pelaksanaan pendidikan dalam jaringan (daring) adalah ketidaksiapan, baik dari segi insfrastruktur sekolah maupun dari kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolah teknoklogi informasi (TI) sebagai media penyalur pembelajaran. Sehingga proses transformasi pendidikan dari manual ke online tidak berjalan secara efektif.

Pembelajaran dalam jaringan (daring) orang-orang menyebutnya E-leraning. Pemanfaatan pembelajaran dengan metode E-learning ini telah berlaku dibeberapa daerah di Indonesia yang memiliki akses internet. E-learning merupakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pembelajaran E-learning adalah, pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).

Adapun sejumlah aplikasi yang dapat menunjang terlaksananya aktivitas pembelajaran secara online tersebut diantaranya:

Pertama Zenius.net, merupakan aplikasi yang menyediakan produk dan jasa untuk kegiatan belajar secara online.

Kedua, Google Classroom, adalah aplikasi dalam jaringan (daring) untuk menunjang kegiatan belajar dengan memanfaatkan akun gmail sebagai layanan lingkup pendidikan online.

Ketiga, Microsoft, Microsoft juga menyediakan aplikasi belajar online, peserta didik dan pendidik berhak menggunakan Office 365 education secara gratis, peserta didik cukup memasukkan alamat email sekolah.

Keempat, Schoology, adalah aplikasi Learning Management System (LMS) yang memiliki banyak fitur yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara gratis, biasanya beberapa universitas juga menggunakan aplikasi ini.

Kelima, Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa sebagai aplikasi penunjang kegiatan belajar mengajar secara online.

Keenam Zoom meeting, merupakan aplikasi komunikasi dengan menggunakan video. Aplikasi tini dapat digunakan di berbagai perangkat seluler, desktop, hingga telepon dan sistem ruang, serta beberapa aplikasi lainnya.

Keenam aplikasi yang disebutkan merupakan ruang pertemuan antara peserta didik dengan guru/dosen secara virtual. 

Baca Juga: Penyesalan Mantan Mahasiswa Kupu-kupu

Aktivitas Belajar di Era Pandemi (foto Dok Vian Agung)

“Konsep belajar dari rumah memang salah satu alternatif terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mau tidak mau, transformasi dalam dunia pendidikan harus digerakan,”

Beberapa Kendala Aktivitas Pendidikan Di Era Pandemi

Bagi beberapa stakeholder di lembaga sekolah, pembelajaran secara online merupakan bukanlah hal yang sulit, namun bagi yang lainnya proses pembelajaran secara online adalah masalah baru karena tidak memiliki sumber daya.

Konsep belajar dari rumah memang salah satu alternatif terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mau tidak mau, transformasi dalam dunia pendidikan harus digerakan. Meski pembelajaran E-learning telah berlangsung dan memiliki nilai positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, namun tidak semuanya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Adapun beberapa kendala dalam melaksanakan proses pembelajaran secara online di antaranya :

Pertama, Penguasaan teknologi yang masih rendah, harus diakui bahwa masih banyak guru yang tidak bisa mengoperasikan teknologi digital (melek teknologi), terutama bagi guru-guru tua dan guru-guru di pelosok yang tidak mengenal teknologi. Pada prinsipnya guru adalah orang yang selalu belajar, meski demikian, yang menghalangi mereka untuk belajar adalah keterbatasan sarana dan prasarana yang mereka miliki;

Kedua Keterbatasan Infrastruktur, perlu kita ketahui untuk menerjamahkan pembelajaran online di setiap jenjang pendidikan tidak berjalan secara mulus, dan tidak semudah yang dibayangkan. Namun untuk melancarkan proses berjalannya pembelajaran E-learning tentunya membutuhkan infrastruktur yang memadai seperti, listrik, jaringan internet, sarana dan prasarana lainnya (handphone, laptop, pulsa).  Indonesia sebagai negara yang besar belum seluruhnya infrastruktur sangat memadai, sehingga proses pembelajaran secara online tidak bisa berjalan secara penuh oleh semua daerah. Selain itu, tidak semua guru memiliki laptop dan handphone android.

Ketiga Biaya,  meski sudah memiliki infrasturktur, biaya menjadi masalah yang urgen untuk kebutuhan guru dan siswa. Dalam konteks ini, biaya yang dimaksud ialah keuangan untuk membeli kuota ataupun untuk kebutuhan lainnya. Walaupun jaringan internet sudah ada, jika kuota tidak memadai, maka pelaksanaan pembelajran secara daring tersebut tidak dapat dilakukan.

Keempat, Orang tua,  dengan berlakunya sistem belajar di rumah, orang tua memiliki peran yang sangat penting, dalam memajukan pengetahuan anak. Namun pada kenyataannya masih banyak orang tua yang belum siap untuk mendidik anaknya di rumah.  

Terelepas dari persoalan tersebut di atas, sambil menunggu kebijakan baru di era new normal (tatanan baru) dari menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud), sebaiknya pemerintah mengadakan pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru. Dalam konteks ini berkaitan dengan penguasaaan teknologi digital bagi guru-guru serta membangun akses jaringan internet dan listrik di daerah-daerah yang masih terisolasi. *

Penulis : Juito Ndasung*

Bagikan Artikel ini

One thought on “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

  1. Reply
    Herybertus O. Magur
    06/06/2020 at 5:38 pm

    Berkaitan dengan solusi dari tulisan tersebut di atas…saya pribadi saya sangat setuju…mudah2 apa yang dituliskan Bapak…bisa membuka mata para pemimpin untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan daerah tertingal…terutama dalam bidang sarana.prasaran sekolah yg dapat menjakau para PD ( peserta didik ) maupun stakeholder yg berpengaruh mengemban Tugas sbg pendidik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP