Rekomendasi Aktivitas Menyenangkan Selama Merebaknya Covid-19

Rekomendasi Aktivitas Menyenangkan Selama Merebaknya Covid-19

Ngkiong.com – Memiliki prestasi mentereng merupakan kerinduan setiap orang yang mendiami bumi ini, tak terkecuali saya atau Anda sekalian di luar sana. Menjadi kaya, hebat, terkenal, dicintai banyak orang, punya pengaruh serta dibicarakan orang banyak adalah cerminan atau realitas yang menggambarkan diri yang berprestasi.

Untuk menjadi orang yang berprestasi, memupuk diri menjadi pemenang merupakan suatu keharusan sebagai tangga awal menuju bintang dan terangnya yang gemerlap.


Akan tetapi, kadangkala seiring berjalannya waktu hidup ini tak pernah disapa, dipeluk dan diakrabi oleh yang namanya prestasi. Hidup monoton, menjenuhkan dan tak jelas arahnya. Sebagai sebuah cara, peristiwa mengkhayal menjadi prasyarat alternatif yang perlu dijadikan resep sehingga seolah-olah prestasi itu berkawan dengan kita.


Sebab, ketika mengkhayal terasa sekali bahwa kita adalah pemenang sejati yang pernah disaksikan dunia dan sejarah. Di bawah kepalan tangan dan tatapan mata yang tajam tampak kemenangan itu menjadi kebenaran dan mitos untuk masa depan. Di masa depan, kemenangan yang diraih akan mengisi cerita seluruh negeri. Anak cucu akan menarasikan secara masif kepada dunia bagaimana pendahulu mereka merupakan pemenang sejati.


Ketika memasuki usia SMP (dulu sekali), saya selalu membayangkan di masa depan kelak akan menjadi seorang pesepakbola hebat seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Menjadi kapten timnas Indonesia yang memiliki skill dan teknik mengelola si kulit bundar di atas rata-rata serta punya jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Hal itu kemudian menjadikan saya sebagai pencipta sejarah dari Indonesia yang menjuarai Piala Asia dan Piala Dunia, memperkuat klub besar Inggris, Manchester United serta menjadi topskor selama enam musim beruntun yang kemudian puncaknya adalah meraih juara dunia dan Ballon D’or.


Andai nenek moyang saya tahu tentang hal ini pasti mereka akan malu di perhimpunan nenek moyang. Ketika proposal materi khayalan saya masuk liga nenek moyang akan menjadi bahan tertawaan para snob. Mereka susah mengabulkannya menjadi kenyataan, sebab di dunia nyata saya tak bisa berlari, tak bisa dribling, heading, apalagi hasrat untuk menang. Yang bisa dilakukan satu-satunya mengomentari pertandingan sepakbola, itupun kadang banyak salahnya.

Baca Juga :https://ngkiong.com/bernafaskan-cinta/


Atau kadang impian itu sedikit mengalami evolusi seiring bertambahnya usia seseorang. Ternyata pengalaman baru kadang membuat struktur mengkhayal juga mengalami perubahan yang kadang bersifat radikal. Hal itu dibuktikan dengan tambahan kerja khayal setiap hari untuk menjadi seorang tokoh publik yang memiliki aura star mumpuni .
Memiliki publik speaking serta teori yang mumpuni seperti founding father kita Soekarno atau guru Bahasa Indonesia yang sangat baik dan terampil mengajar. Akan tetapi apalah daya berdiri di depan kelas pun sampai keringat bercucuran karena malu dan gemetaran.


Tingkat mengkhayal paling tinggi ketika menginjak usia dewasa (beberapa tahun lalu). Berkhayal menjadi seorang pejuang dan pemikir besar yang menggagas konsep republik Indonesia seperti Tan Malaka yang juga menulis banyak buku (salah satunya Madilog yang susah dipahami hampir tiga tahun membacanya). Atau menjadi seperti Mas Pram, yang menulis novel tetralogi Buru yang banyak mempengaruhi banyak orang di negeri ini (mudah-mudahan).
Anggaplah saya dipenjara kemudian diasingkan karena tingkat kekritisan terhadap keberadaan negeri ini yang carut marutnya sudah masuk level paripurna. Bagi-bagi kekuasaan serta kolonialisme baru yang terjadi semakin memperburuk kondisi rakyat jelata. Pemerintah sepertinya perlu dan wajib menyisihkan pengaruh gerakan dan gagasan saya yang progresiff-revolusioner. Saya dibuang ke sebuah pulau yang konon pernah dijadikan tempat pembuangan tahanan politik.
Di sana saya menemukan inspirasi dan keresahan yang kompleks dan mendalam yang kemudian tertuang dalam tulisan buku yang berjilid-jilid banyaknya dengan dasar pemikiran filosofis-kriktis dan komprehensif.

Tetapi sekali lagi koefisien khayalan itu masih belum mampu menggeser cita-cita menjadi pesepakbola yang terkenal.
Khayalan yang mengalami evolusi itu hanyalah bunga tidur yang selalu ditemani oleh bantal dan kasur. Setiap malam rupanya ingin cepat-cepat tidur supaya bisa mengkhayal. Hal itu kemudian menjadi rutinitas asyik selama empat periode terakhir kepemimpinan di negeri ini. Kesibukan itu belum saya ubah.


Di dunia nyata, keinginan untuk menjadi pemenang sepertinya hanya sebuah coret-coret kertas malam yang di buang ke tempat sampah kemudian dibakar oleh ibu bersama remah lainnya. Terkadang bangun pagi adalah masalah yang tak harus diketahui.
Tak apalah, selama pandemik ini daripada memikirkan utang yang mulai menumpuk, mending mari sama mencari kebahagian dalam khayalan saja.

Penulis: Vian Agung

Bagikan Artikel ini

One thought on “Rekomendasi Aktivitas Menyenangkan Selama Merebaknya Covid-19

  1. Reply
    Ugos
    01/06/2020 at 8:55 pm

    Boleh ikut mencari kebahagiaan dalam khayalan kae?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP