Tipe-tipe Penonton Sepak Bola Liga Tarkam

Tipe-tipe Penonton Sepak Bola Liga Tarkam
Foto: Dokumen Detik.com

Ngkiong.com – Sepak bola menjadi olah raga yang paling banyak disukai oleh manusia. Lihat saja, setiap pertandingan sepak bola pasti memiliki jumlah penonton yang paling banyak bahkan sampai memecahkan rekor penonton terbanyak. Apalagi jika pertandingan yang disajikan berjuluk el Clasico atau Derby. Sepak bola memang memiliki daya tarik tersendiri, sering menampilkan keajaiban, rekor, loyalitas, rivalitas, juga permainan-permainan yang memikat hati para penonton. Sehingga jangan heran, jika sepak bola dan juga sebuah klub memiliki banyak penggemar, mulai dari anak kecil hingga yang lansia.

Saking fenomenalnya, sepak bola pada akhirnya tersebar hingga ke desa-desa. Sepak bola bukan lagi ajang mencari siapa yang hebat dan menang, tetapi lebih dari itu dia menjadi ajang untuk memeriahkan acara tertentu. Liga Paskah atau Pentakosta misalnya. Tidak banyak olah raga yang bisa dimasukan untuk memeriahkan hari-hari besar keagamaan, kalau bukan sepak bola berarti bola Volly.

Namun sepak bola tidak akan lengkap tanpa supporter. Jika sepak bola adalah motor, maka supporter bisa dikatakan sebagai knalpot, dia yang akan meramaikan suasana, ada knalpot standar (mereka yang mendukung sewajarnya), ada knalpot Racing (mereka yang bersorak dengan keras, ada knalpot bedil (mereka yang mendukung dengan keras dan kata-kata yang tidak enak didengar; mereka-mereka ini yang berpotensi membuat keributan).

Di liga Tarkam misalnya, entah mengapa supporter di liga tarkam selalu unik sekaligus menakutkan. Salah satu paham radikal yang tumbuh dan berkembang adalah klub sepak bola sebagai pertaruhan harga diri. Maka jangan heran jika pertandingan yang dimainkan adalah persahabatan tetapi tensi pertandingan sangat panas dan bahkan sampai terjadi perkelahian antar suporter.

Namun terlepas dari semua itu, ada hal menarik yang bisa kita perhatikan jika menonton liga Tarkam. Akan banyak jokes-jokes juga supporter yang unik nan menggemaskan berada di sebelah kita. Setidaknya ada empat tipe penonton liga tarkam berdasarkan hasil survey kecil-kecilan saya.

Baca juga:Diam dan Dengarkan

Pertama, cosplay pelatih

Tipe supporter yang satu ini memang bukan termasuk curva sud-nya sebuah tim, tetapi kehadirannya sangat mengganggu sekaligus punya potensi menciptakan perdebatan di pinggir lapangan. Sepanjang laga dia akan mengomentari mulai dari cara bermain, cara tendang, hingga sesuatu yang sebenarnya bukan peluang tetapi dia anggap sebagai peluang. Orang-orang seperti ini akan terlihat sebagai superstar dan mereka yang tidak terlalu paham tentang bola akan ikut-ikutan serta menyetujui argumennya. Dan ketika ada orang lain yang memuji pemahaman sepak bolanya, biasanya dia akan lebih all out. Beberapa istilah seperti counter attack, pressing, simultan, hingga second line coba dia ucapkan. Atau istilah-istilah yang diadopsi dari game playstation seperti X sudah, Segi Tiga ke depan, atau coba Buat dulu.

Pada saat itu dia akan merasa seperti Pep Guardiola dan paling tahu sepak bola tetapi dalam versi Tarkam.

Kedua, Penjudi

Tipe supporter yang satu ini bukanlah tipe orang yang mencintai sepak bola, tetapi mereka adalah orang-orang UMKM tetapi dalam versi yang belum direvisi. Mereka melihat bahwa sebuah situasi atau peristiwa seperti pertandingan sepak bola selalu memiliki peluang untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah. Maka sebelum pertandingan berlansung, mereka adalah pihak yang paling sibuk setelah pemain dan panitia. Mereka mancari siapa yang berani bertaruh untuk tim yang akan bermain. Saat pertandingan, mereka akan sibuk minum kopi di warung-warung pinggir lapangan sambil menunggu kabar dari korlap yang mereka sudah tentukan.  

Ketiga, Rasis

Tipe supporter yang ke-3 adalah kelompok-kelompok yang merasa memiliki akan kesebelasan yang bertanding. Ada anggapan bahwa pertandingan ini adalah soal harga diri dan para pemain harus berjuang mati-matian untuk memenangkan pertandingan. Meskipun secara statistik kesebelasan yang didukung masih kalah jauh dengan kesebalasan dari lawan.

Para supporter inilah yang biasanya menjadi salah satu pemicu mengapa statistik kartu kuning dan merah lebih tinggi dari penguasaan bola. Bahkan sebagai pemicu terciptanya perkelahian antarsupporter. Biasanya kata-kata yang muncul adalah sikat, sapu, jangan takut, lipat, bungkus. Mendengar kata-kata seperti itu para pemain akan terlihat lebih agresif, keras, tidak jarang menghasilkan pelanggaran.

Baca juga:Asistensi dan Nasib Para Alumni STKIP Ruteng

Keempat, komentar mama-mama

Tipe supporter yang ke-4  ini adalah kelompok ibu-ibu yang tidak paham tentang bola tetapi komentarnya melebihi coach Justin. Alasan mereka menonton adalah karena anaknya, anak tetangganganya, atau anak saudaranya sedang bermain. Mereka akan mengomentari semua hal yang dibuat oleh para pemain, body charge misalnya, orang yang paham sepak bola akan menganggap itu biasa, tetapi bagi mama-mama itu adalah pelanggaran. Maka tidak heran jika yang paling banyak meneriakan kata wasit adalah mama-mama setelah kelompok supporter rasis. Yang lebih unik adalah ketika mama-mama duduk bersama dengan kelompok supporter cous play pelatih. Sepanjang laga mereka akan membahas sesuatu yang sangat menggelikan. Mama-mama akan leih mendengar dan lebih sering mengeluarkan kata-kata benar itu.

Itulah empat jenis supporter yang saya amati setelah memonton pertandingan sepak bola Laga Amal Piala Santu Hubertus Sok yang dimenangkan oleh Nangalanang Fc. Pertandingan dalam rangka pembangunan gereja itu menyajikan daya tarik tersendiri. Masih ada banyak tipe supporter tetapi yang saya tulis cenderung mendominasi ketika menonton liga tarkam.

Oleh : Arsi Juwandy, Redaktur Ngkiong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Google Analytics Stats

generated by GAINWP