Satria Digital Mengincar Kita

Satria Digital Mengincar Kita

Ngkiong.com – Pekan kedua bulan ini (September), KejArif mendapat dua kado. Kecil sih, tetapi penting. Pertama, kiriman sebuah video pendek tentang literasi,  tepatnya tentang jenis-jenis literasi. Video berdurasi singkat ini produksi Rumah Baca Wanua Sinjai, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pengirimnya, dengan ucapan terima kasih dari KejArif, adalah sahabat saya, Presiden Komunitas Literasi Rakyat (KLR) Manggarai.

Kenal kan? Itu lho orang yang gara-gara literasi minded diundang Presiden Jokowi beberapa tahun silam. Kedua, sebuah undangan diskusi virtual. Penggagasnya, lagi-lagi sobat saya yang juga menggilai aksi literasi sejak di kampus. Mereka awak kreatif dari Ngkiong.com. Kedua kado ini saya pandang sebagai pemicu yang membuat tidur tak nyenyak. Ada tersirat sebuah tantangan dan peluang di dalamnya.

Baca Juga:Bagaimana Kita Bisa Menulis?

Satria Digital Mengincar Diam-diam

Diskusi virtual Ngkiong.com mengusung topik ‘Menulis di Era Digital’. Topik yang relevan, digagas pada saat yang tepat. Awal bulan ini, setidaknya ada satu momen strategis yang patut kita perhatikan. Pemerintah Republik Indonesia menandatangani Preparatory Work Agreement pengerjaan konstruksi satelit multifungsi terbesar untuk negara kita. Satelit ini diberi nama Satria (Satelit Indonesia Raya) yang  akan menjadi satelit terbesar di Asia.

Menurut sumber CNBC Indonesia, Satria menjadi solusi untuk menuntaskan masalah konektivitas layanan di sektor publik. Dengan satelit ini, komunikasi antar Puskesmas, Kantor desa, Koramil, Polsek, dan sekolah di daerah akan terhubung dengan internet.

Coba perhatikan data ini. Satria mempunyai sejumlah keunggulan berikut. Ia menggunakan teknologi Very High Throughoutput Satellite (V-HTS) dengan kapasitas 150 GBPS, enam kali lipat dari kemampuan satelit yang kita miliki sekarang. Dengan keunggulan demikian, Satria mendukung layanan internet cepat di seluruh Nusantara.

Satria akan menjangkau 150.000 titik pelayanan internet; termasuk di dalamnya 93.900 sekolah, 47.900 titik pemda, 3.700 puskesmas, 3.900 markas polisi dan TNI. Dengan begini, Satria akan menjangkau semua daerah tertinggal, terjauh, dan terluar. Satria akan mengincar kita semua di setiap sudut.

Saya membayangkan, ketika Satria diluncurkan pada tahun 2023, satelit akbar tersebut akan mengikuti kita ke mana pun kita merayap. Tak ada titik lagi yang tersembunyi dari incaran Satria ini. Bukan tak mungkin, ruang-ruang privat hidup kita bakal terbuka bak tirai tipis yang transparan.

Kabar baiknya, jelas. Peluang kita memanfaatkan Satria untuk pengembangan industri digital terbuka lebar. Saya melihat beberapa hal penting, antara lain apa yang digagas oleh Ngkiong.com. Membuka wawasan para pegiat literasi untuk mengembangkan kemampuan untuk menulis di era digital yang semakin canggih.  Infrastruktur teknologinya tengah disiapkan. Bukankah kita, terutama generasi milenial, harus menyiapkan diri untuk menyongsong Satria dengan sungguh-sungguh sejak hari ini. Persis inilah tantangan yang perlu segera dihadapi.

 

Foto : Tangkapan layar meeting zoom

Baca Juga: Motang Rua

Gerak Cepat, Baca Kilat

Ketika diskusi virtual dimulai, saya kelabakan. Sebagian besar diskusi terlewati. Alasannya sederhana. Agak kagok menggunakan Zoom Meeting. Baru beberapa kali, saya terlibat dalam virtual meeting di kantor kami. Itu pun banyak dibantu oleh teman yang melek IT. Jadi, jelas ada PR untuk saya generasi pra milenial. Literasi digital yang disebut pegiat Rumah Baca Wanna Sinjai rasanya kok tepat waktu.

Bukan hanya baca-tulis, yang perlu digarap para pegiat literasi sekarang ini. Di antara lima jenis literasi lainnya, rasanya literasi digital menjadi paling mendesak. Mendidik diri jadi melek teknologi informasi. Dalam konteks ini, sebuah gerakan bersama untuk literasi digital bisa menjadi jalan keluar yang sangat bermanfaat. Bukan hanya bagi generasi saya, tetapi mungkin lebih-lebih untuk generasi jaman now yang semakin tak bisa hidup tanpa perangkat digital.

Suatu hari, dan tidak terlalu lama, kiranya Ngkiong.com bisa mendatangkan pakar IT yang melatih kita agar lebih melek teknologi digital. Usai itu, kita jadi lebih siap saat Satria nanti meroket ke atas angkasa dan mengincar kita, kemudian Satria tersebut menjadi mitra kita untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Sampai di gagasan terakhir ini, saya teringat sebuah buku kecil di perpustakaan KejArif. Judulnya BACAKILAT FOR STUDENTS. The Smart Learning Strategi. Penulis buku tersebut Agus Setiawan dan Juni Anton. Saya menyukai buku luar biasa ini. Sepertinya, inilah salah satu bekal yang saya pegang menanti Satria berkiprah 2023. Mengasah kemampuan baca cepat, agar siap menulis cepat saat internet juga bergegas melintas. Setidaknya, untuk saya sendiri dan keluarga taman baca KejArif.*

Oleh: Fransiskus Posenti.

Penulis adalah pegiat literasi dan Penggagas Taman Baca KejArif, Cancar.

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP