Refleksi Tahun 2020 dan Lahirnya Ngkiong

Refleksi Tahun 2020 dan Lahirnya Ngkiong

Ngkiong.com – Tahun 2020 memang menjadi salah satu sejarah terpenting dalam siklus hidup  manusia yang mendiami planet bumi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, orang-orang merayakan hari-harinya dengan penuh suka cita.

Sepanjang tahun 2020 hidup manusia dipenuhi dengan duka. Rasa takut, cemas, sedih, dan duka selalu terlintas dan mengisi hari-hari setiap orang di pelbagai penjuru bumi termasuk Indonesia.

Setiap hari semua orang selalu disuguhkan dengan berita kematian dan lonjakkan jumlah manusia yang terpapar Covid-19.

Covid-19 yang datang dari Wuhan China di akhir tahun 2019 lalu itu, memang benar-benar merombak tatanan hidup manusia di segala lini. Perolehan data yang ditampilkan oleh kementerian kesehatan menunjukkan betapa sangat menakutkan dan ancaman mati yang tak terelakkan bagi keberlangsungan hidup manusia.

Baca Juga: Orang-orang Bertopeng

Selain itu, data jumlah terpapar dan kematian karena Covid-19 menuntut individu untuk selalu menerapkan  protokol kesehatan yang super ketat.

Covid-19 yang pertama kali muncul di China itu, ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia World Healt Organization (WHO) sejak 12 Maret 2020.

Mulai saat itu segala aktivitas berjalan pincang. Kegiatan sekolah dirumahkan, aktivitas ekonomi lumpuh, kegiataan keagaman dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring), dan pelbagai kegiatan sosial lainnya.

Dampak dari semua itu, angka anak putus sekolah melonjak mencapai 938 anak merujuk pada data yang ditemukan oleh UNICEF Indonesia; angka tersebut menambah daftar anak Indonesia putus sekolah yang mencapai 4,1 juta jiwa berdasarkan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019.

Selain itu jumlah angka putus hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19 yang diumumkan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mencapai 6,4 juta jiwa.  Tidak hanya itu, pemerintah pun mengumumkan jika ekonomi negara telah mengalami resesi, dan pelbagai masalah lainnya yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia.

Namun di balik misteri Covid-19, ada begitu banyak pelajaran hidup yang harus dimaknai. Salah satunya kesadaran manusia akan pentingnya Tuhan. Selama masa pandemi semua orang mendekatkan diri pada Tuhan, memohon agar pandemi Covid-19 berakhir. 

Baca Juga: Swallow; Sandal Nyaman Sejuta Umat

Pandemi Covid-19 juga mengajarkan manusia betapa pentingnya menjaga lingkungan dan pola hidup sehat. Hal lain yang timbul karena dampak Covid-19 adalah rasa empati dan solidaritas antara sesama kian menyatu, hal itu ditandai dengan banyaknya komunitas yang bergerak untuk membantu orang-orang yang putus harapan hidup. Untuk hal yang satu ini, saya angkat jempol untuk masyarakat bangsa Indonesia.

Apresiasi diberikan kepada segenap jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga ke daerah melalui instansi terkait yang terus berupaya melindungi masyarakatnya dari bahaya Covid-19. Meski masih banyak kekurangan dalam penanganan, tetapi setidaknya negara masih memberikan harapan hidup bagi 267 juta rakyat Indonesia saat ini.

Baca Juga: Saung Ndusuk dan Betong; Riwayatmu Kini

Refleksi Tahun 2020 dan Lahirnya Ngkiong
Foto :Dokumen Instagram @areikuntung

Munculnya Kreativitas Anak Muda

Tidak bisa dimungkiri kehadiran teknologi yang super canggih saat ini sangat membantu dalam pelbagai aktivitas, lebih khusus untuk pemulihan kondisi yang terpuruk karena pandemi Covid-19.

Di tengah rasa bosan dan jenuh, ide kreatif anak mudah tidak tumpul untuk melakukan sesuatu. Kehadiran teknologi menumbuhkan kreativitas baru di rumah.  Melalui kanal Youtube dan platform digital lainnya anak muda mengeksplorasi berbagai konten kreatif.

Dari sekian ribu anak muda yang membuat ide kreatif di tengah pandemi Covid-19, penulis dan beberapa teman mendirikan sebuah website lokal. Sebut saja namanya ada Irsan Lagur, Opin Sanjaya, Arsy Juwandy, Vian Agung, dan Louis Mutu.

Pembentukan website ini dilaksanakan secara online melalui media WhatshAap. Setelah membuat grub WhatsAap kami pun memulai diskusi terkait model dan rancangan media yang akan dibentuk. Mulai dari nama, misi, dan brand media yang akan dirintis.

Ada begitu banyak pilihan nama yang ditawarkan oleh teman-teman. Namun kami sepakat dengan nama Ngkiong.com yang disarankan oleh Arsy Juwandy. 

Baca Juga: Di Indonesia Banyak Orang Baik

Diskusi nama usai, kami lanjut diskusi berkaitan dengan rubrik yang akan ditampilkan. Di etape ini kami berdiskusi cukup alot, bahkan memakan waktu berhari-hari lamanya.

Setelah berhari-hari lamanya akhirnya kami sepakat dengan rubrik yang kami tampilkan sekarang di media yang Anda baca ini. Diantaranya Esai, Pendidikan, Budaya, Bahasa dan Sastra, Feature, Basa-basi, dan Sosok.

Tujuan media Ngkiong.com yang kami rintis ialah wujud dari rasa peduli kaum muda  terhadap keresahan isu-isu sosial strategis yang berkembang di masyarakat saat ini.

Diskusi terakhir adalah mengenai kepengurusan. Pada etape ini, diskusinya tidak memakan waktu lama, karena pemilihan pengurus dilaksankan secara demokratis. Dan yang dipilih cuma pemipin redaksinya (pemred). Sedangkan untuk kepengurusan lainnya dipilih oleh pemimpin redaksi. Setelah semuanya selesai, kami bekerja sama dengan Jasterweb untuk membeli hosting. Alhasil tepat ditanggal 18 Mei 2020, media Ngkiong.com resmi dirilis dan ditampilkan ke publik.

Ngkiong.com adalah media yang dibentuk di tengah pandemi covid-19. Media ini lahir atas rasa bosan dan jenuh tanpa aktivitas di rumah. Media Ngkiong.com memiliki moto “Ba Nera Neteng Bendar”. Moto tersebut diambil dari bahasa Manggarai yang berarti “Pembawa Cahaya Bagi Semua Orang”. Moto yang bernuansa terang ini diharapkan mampu memberikan perubahan kecil bagi masyarakat melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan.

Baca Juga: Belajar dari Santo Yosep; Seorang Pendiam yang Berbuat Banyak

Setelah memiliki wadah untuk menuangkan ide. Begitu banyak karya tulis yang kami hasilkan. Dan tulisan-tulisan yang kami tampilkan sangat beragam, inspirasi menulisnya didapat dari pengalaman, kondisi dan situasi yang berkembang di masyarakat.

Tahun 2020 telah kita lewati, ada begitu banyak kisah dan kasih. Luka, duka, sedih, dan senang telah kita nikmati. Banyak pelajaran yang kita maknai dari pandemi Covid-19 sebagai gambaran untuk hidup lebih was-was di hari-hari yang akan datang. Semoga badai pandemi Covid-19 cepat berlalu, mari menjahit harapan baru di tahun 2021 untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi banyak pihak. Ini karya kami, kamunya kapan?*

Penulis: Itho Ndasung

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP