Ngkiong: Memahami Mereka yang Datang dan Pergi

Ngkiong: Memahami Mereka yang Datang dan Pergi
Foto: Kolase, Dok. Ngkiong.com

Ngkiong.com – Manusia pada hakikatnya adalah individu yang membutuhkan orang lain. Kehadiran orang lain dalam hidup manusia (kita atau saya) akan membawa perubahan, menjadi lebih baik, tetap, atau cenderung ke arah yang negatif. Relasi itu kita sering menamainya sebagai persahabatan.

Dulu waktu saya kecil misalnya, orang tua sering menasihati agar memilih teman, supaya tidak terjerumus ke arah yang negatif. Dari hal seperti itulah akhirnya, saya tahu bahwa jalinan persahabatan yang saya buat akan sangat menentukan seperti apa saya di masa depan, menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Sebagai sebuah relasi, akan ada masanya hal tersebut hilang. Hal itulah yang kemudian saya alami selama ini. Sejak SD, SMP, SMA, dan Kuliah saya selalu membangun pertemanan yang baru. Ketika memasuki jenjang yang baru ada relasi yang baru di sana, juga hal baru yang didapat. Baik itu positif maupun negative. Misalnya pada saat saya kuliah, relasi pertemanan yang dibangun, membawa saya menjadi lebih baik. Bisa mengetahui cara mendownload aplikasi juga mengoperasikannya. Serta hal negatifnya seperti mendownload situs-situs yang berbau pornografi.

Seiring jalannya waktu, relasi persahabatan akan semakin erat dan kita yang terlibat di dalamnya akan merasa bergantung terhadap relasi tersebut. Intensitas pertemuan dan komunikasi menjadi jawaban atas ketergantungan itu.

Pasca kuliah saya dan beberapa teman memutuskan membuat website keroyokan. Dengan alasan memiliki hobi yang sama (menulis dan melucu). Dengan semangat yang sama dan terbakar semangat karena Soekarno, kami memutuskan siap mengguncang dunia. Hal yang kami lupa adalah bahwa persyaratan mengguncang dunia menurut Presiden pertama Republi Indonesia adalah sepuluh orang. Tetapi, kami hanya berlima dan batangan semua.

Setelah melewati diskusi yang alot, akhirnya kami memutuskan menamai website itu dengan sebutan Ngkiong dengan visi misi yang sangat jelas Ba Nera Neteng Bendar.

Satu tahun pertama, para batangan ini sangat produktif, hampir setiap minggu mereka menghasilkan satu tulisan dan sangat berkualitas. Grafik pembaca juga makin naik setiap kali tulisan dipublikasikan.

Respon pembaca juga sangat baik, hampir tiap hari kami mendapat pesan mulai dari apresiasi kognitif sampai apresiasi afeksi. Yang kedua biasanya dari adik-adik tingkat yang sumringah liat kehebatan kaka tingkat dibidang literasi.

Namun seiring berjalannya waktu, kami seperti kehabisan bahan bakar. Kami terlampau jauh memasang tujuan padahal bahan bakar yang kami miliki itu hanya sampai di kilometer lima (5). Tahun kedua menjadi masa yang menyulitkan bagi kami. Komunikasi yang jarang terjalin dan sangat sulit dihubungi. Dengan kesibukan masing-masing seperti mengajar, melanjutkan studi, dan menyiapkan pernikahan, Ngkiong akhirnya masuk didaftar kesekian dalam skala prioritas kami masing-masing. Satu per satu anggota mulai mengundurkan diri. Ngkiong akhirnya mati (suri?).

Baca juga: Sumur: Kritik Sosial dan Refleksi Ekologis

Setelah melewati tahun yang melelahkan mencari jawaban atas segala persoalan saya akhirnya menemukan jawaban dari salah seorang yang sudah kami anggap sebagai mentor. Beliau menjelaskan dengan sangat baik dan menekankan untuk tidak saling menyalahkan.

Kami akhirnya sadar bahwa setiap relasi punya masa waktu. Seseorang akan tiba-tiba pergi dari relasi tersebut karena merasa sudah tidak ada lagi hal yang harus didapatkan dari sana. Dia akan beralih ke orientasi hidup yang baru dan menjalin pertemanan yang baru. Kami sadar bahwa memulai pagi tidak hanya dengan senyuman tetapi wajib lompong, maka diusia sekarang hobi seperti yang telah kami buat tidak lagi relevan tetapi membangun masa depan yang baik mulai dari keluarga kecil sampai kehidupan harus direncakan dengan baik. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak, melanjutkan rencana hidup kami masing-masing tetapi kami berjanji akan kembali dengan bahan- bahan baru, bukan lagi subsidi dan jumlah yang lebih banyak.***

Oleh Arsi Juwandy, Redaktur Ngkiong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP