Mengenal Anes, Anak Manggarai Juara Dunia Seni Lukis Prasi

Mengenal Anes, Anak Manggarai Juara Dunia Seni Lukis Prasi

Ngkiong.com – Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja (Amsal 14:23). Seperti itulah perjuangan yang dirasakan oleh Yohanes Soubirius De Santo (23), pemuda asal Manggarai yang lahir dan besar di Singaraja, Bali yang karya lukis prasinya tembus pameran bertaraf Internasional.

Yohanes Soubirius de Santo atau yang akrab disapa Anes adalah alumni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa) Bali, Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Ia memulai belajar seni lukis prasi sejak semester empat yang pada saat itu ada mata kuliah Seni Prasimologi.

Anes menyukai seni prasi karena media yang digunakan adalah daun lontar/rontal dan teknik penggarapannya sangat unik. Daun lontar harus ditoreh kemudian dilaburi dengan kemiri yang sudah dibakar dan menggosoknya dengan kain atau tisu sehingga hasil torehan dari objek yang telah ditentukan bisa terlihat sangat jelas. Menurut Anes ini adalah hal yang sangat tradisional dan klasik. Berangkat dari hal tersebut, Anes ingin sekali mengangkat dan melestarikan budaya nusantara. Menurut pria kelahiran Bali tersebut, karya seni lukis prasi adalah warisan nenek moyang yang kini dilupakan oleh generasi muda.

Gambar : Dokumen Pribadi Anes(Salah Satu Seni Lukis Prasi Karya Anes dengan Judul ‘Sae Caci’)

Baca Juga: Tak Perlu Malu untuk Menulis Sesuatu

Selain mendapat mata kuliah Seni Prasimologi, dalam berkarya di bidang seni lukis prasi, pemuda kelahiran 1998 itu sering berdiskusi dengan pelaku seni tradisional maupun modern berkaitan dengan sudut pandang seni pada masa lampau dan yang berkembang pada saat ini. Hal itulah yang menjadi tolok ukur Anes dalam berkarya sehingga ia bisa menghasilkan karya yang berbeda dan unik.

Dalam berkarya, pemuda yang pernah meraih predikat mahasiswa berpresatasi di kampusnya pada tahun 2020 itu mengaku jika dalam berkarya ia tidak mengenal waktu, suasana, dan tempat. Ketika ide muncul, maka bisa dilakukan pada  saat itu juga. Sehingga begitu banyak karya yang dihasilkannya. Selain itu, dalam berkarya Anes selalu mendapat inspirasi dari lingkungan sekitarnya.

Juara Pameran Dunia

Seperti pepatah kuno, hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Apa yang ditekuni oleh Anes sejak semester empat kini membuahkan hasil. Pada awal tahun 2021, Anes mengikuti pameran bertaraf internasional, salah satunya United Nations Development Programme (UNDP) yang diselenggarakan oleh  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pameran itu bertajuk The Desk of The Executive Secretary.

Pada pameran tersebut, pria asal Manggarai itu berhasil meraih juara satu. Pameran bertaraf internasional ini dilangsungkan di London, Inggris dan diikuti oleh 193 negara. Pada pameran tersebut Anes menghadirkan seni lukis prasi dengan cerita tradisi masyarakat Flores, NTT yang berjudul “Rana Telu Warna”, “Pulau Rugu Ora”, “Sasando”, “Sae Caci”, dan “De’ko Ikang Paus”.

Tidak hanya itu, pemuda alumni SMAN 1 Sukasada Bali ini, juga berhasil menembus pameran yang diselenggarakan oleh lembaga Integrated Learning Institute For Sustainable Development and Forum Global Challenges, yang dilangsungkan di Kanada. Pada ajang tersebut, Anes menghadirkan karya seni lukis drawing yang bercerita mengenai perebutan peran pada masa pandemi.

Sebelum mengikuti pameran tahun 2021, pada tahun sebelumnya karya lukis prasi pria kelahiran Singaraja itu pernah menembus pameran “CoArt” yang digelar oleh Provence Academy di Galeri Doramaar Menerbes, Prancis. Pada pameran itu, ia menampilkan dua karya yang berjudul “I’m Starting To Be Spotted” dan “Negotiable Crowd”.

Anes juga terpilih menjadi 75 perupa terbaik Indonesia dalam pameran yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2020.

Saat dihubungi oleh tim Ngkiong.com, Anes menuturkan jika dirinya sangat bersyukur dengan pencapaian yang ia raih. Namun pencapaian itu tidak membuatnya merasa puas diri dan berhenti untuk berkarya, karena baginya dalam seni tidak ada batasan untuk berkarya.

Ia menjelaskan masih ada yang selalu diolah dan digali, baik dari segi konsep atau tema, objek-objek visual, media dan pengkaryaan, dan hal lainnya yang berkaiatan dengan kesenian.

Gambar: Dokumen Pribadi Anes (Salah Satu Seni Lukis Prasi Karya Anes dengan Judul ‘Sasando’)

Baca Juga: Filosofi Kloset

Hal yang Ingin Dilakukan Anes

Sebagai pemenang satu di ajang bergengsi dan bertaraf Internasional, Anes tidak merasa diri hebat dan sombong. Namun, ia tetap rendah hati serta ingin selalu belajar dan berkarya di bidang seni.

Anes ingin berbuat serta berkarya lebih jauh lagi dan jika ada kesempatan ia ingin berbagi pengalaman pada komunitas atau kelompok-kelompok kecil pegiat seni. Terlebih khusus pada generasi muda masa kini yang mungkin merasa minder atau kurang percaya diri untuk berkarya pada bidang seni.

Ia menuturkan berbagi pengalaman memang bukanlah sesuatu hal yang hebat bagi beberapa orang, tetapi ia sangat ingin melakukan hal itu, dan hal tersebut merupakan hal yang hebat bagi dirinya. Karena dari hal tersebut mungkin ada beberapa orang yang memiliki semangat untuk berkreatifitas dan percaya diri dalam berkarya di bidang seni, baik seni tradisional maupun modern.

Lebih dari itu, Anes ingin berkarya di dunia pendidikan, khususnya pendidikan seni, karena baginya pendidikan merupakan hal dasar dalam menentukan karakter seseorang.

Gambar : Dokumen Pribadi Anes (Salah Satu Seni Lukis Prasi Karya Anes dengan Judul ‘De’ko Ikang Paus’)

Baca Juga: Belajar Loyalitas dari Kons Mbete

Pesan Anes Untuk Anak Muda yang Berkarya di Bidang Seni

Pada sesi terakhir, Anes berpesan kepada anak muda yang ingin bergelut di bidang seni agar dalam berkarya seni tidak mesti terpaku pada media atau teknik tertentu, karena dalam seni tidak ada sesuatu yang mutlak di dalamnya. Semuanya bisa diolah dan digali lebih dalam.

Ia juga menyampaikan jika ingin berkarya di bidang seni, kejarlah pengalaman-pengalaman dalam dunia seni sebanyak mungkin, karena bagi Anes pengalaman adalah guru terbaik dalam mengasah mimpi. Ia pun mengingatkan untuk jangan merasa minder dengan orang-orang yang sudah berpengalaman, tetapi ajaklah orang-orang yang memiliki pengalaman untuk bertukar pikiran dan belajar banyak hal dari mereka.

Gambar: Dokumen Pribadi Anes (Salah Satu Seni Lukis Prasi Karya Anes dengan Judul ‘Pulau Rugu Ora’)

Baca Juga: Petrus Apul Pegiat Literasi yang Peduli Anak-anak Kampung

Meski tidak menjadi seperti mereka yang sudah berpengalaman. Namun, paling tidak cerita mereka dalam berkarya di bidang seni dapat dijadikan model kita dalam berkarya di bidang seni.

Untuk diketahui, saat ini Anes masih tinggal di Bali, dan ingin pulang kampung (Manggarai) menetap dan berkarya di Bumi Nuca Lale. *

Penulis: Juito Ndasung

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP