Belajar Mengasihi Dari Empri Magi, Founder Sekolah Alam Dyatame Sumba

Belajar Mengasihi Dari Empri Magi, Founder Sekolah Alam Dyatame Sumba
Foto : Dokumen Pribadi Empri Magi

Ngkiong.com – Menjadi berkat bagi banyak orang adalah kemewahan luar biasa untuk setiap orang yang melakukannya. Sekecil apapun yang diberikan, ketika hikmahnya dirasakan oleh orang yang membutuhkan, itu adalah kepuasan batin yang luar biasa.

Mengasihi sesama adalah kodrat yang bersumber dari Allah dan itu dijalankan oleh manusia sebagai umat-Nya. Bagi setiap orang yang telah membagi kasih, apalagi sudah memberikan keseluruhan hidupnya untuk hal-hal yang baik, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya. Seperti halnya yang telah diuraikan dalam kitab suci, bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yohanes 15:13).

Begitulah yang dilakukan oleh Empriani Maria Ina Magi (28) perempuan berparas cantik asal Sumba Barat Daya, NTT yang telah mendirikan Sekolah Alam Dyatame. Ia berkorban meninggalkan segala kemewahannya di tempat kerja demi merangkul anak-anak untuk mengembangkan bakat dan keterampilan. 

Perempuan yang akrab disapa Empri itu, mendirikan Sekolah Alam Dyatame. Berangkat dari keresahannya melihat anak-anak di kampungnya bermain di sore hari selepas pulang sekolah dan bantu orang tua, tanpa aktivitas yang jelas dengan menghabiskan waktu setiap hari begitu saja. 

Selain itu, dipengaruhi oleh masa lalu ketika saat duduk di kelas sembilan (IX), ia tidak lulus Ujian Nasional (UN) pada mata pelajaran bahasa Inggris. Kedua hal inilah yang mendorongnya membangun sekolah gratis untuk anak-anak di desanya. Menurutnya anak-anak perlu dibekali bahasa Inggris, karena bahasa tersebut merupakan gerbang  informasi utama yang datang dari luar daerah. Apalagi Sumba memiliki potensi alam wisata yang luar biasa, maka anak-anak perlu memiliki pengetahuan yang cukup dan attitude yang baik, biar kelak tidak menjadi tamu di rumah sendiri.

Terlepas dari dua hal di atas, orang tua dan anak-anak di desanya  menjadi sumber inspirasinya mendirikan sekolah Alam Dyatame. Meski pada tahap awal pembentukkan sekolah tersebut sempat ada pertentangan dari orang tua kandungnya.

Namun, dengan berbagai alasan logis serta didorong oleh keinginannya yang kuat dan tulus, alhasil Empri bisa  meyakinkan orang tuanya. Bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang benar dan berdampak positif bagi banyak orang.

Alumnus Universitas Nusa Cendana Kupang  itu pun bersyukur, bahwa apa yang ia buat perlahan bertumbuh dan berkembang, hingga saat ini sekolah yang dibentuknya masih bertahan. Perempuan berkulit sawo matang itu mengaku jika dirinya jarang sekali membuat perencanaan yang matang dalam melakukan sesuatu, namun dirinya cepat tanggap ketika melihat di sekitarnya ada masalah atau ketimpangan yang sangat berarti. 

Pada awal mendirikan Sekolah Alam Dyatame, anak sulung dari tujuh bersaudara tersebut tidak sempat memikirkan jika sekolah yang dibangunnya akan bertahan. Ia meyakini bahwa semua akan baik-baik saja selama apa yang dipikirkan bersifat positif dan niat yang tulus pasti akan selalu dipertemukan dengan kebaikan walaupun jalannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Foto : Dokumen Empri Magi (Salah satu kegiatan di Sekolah Alam Dyatame)

Baca juga: Belajar Loyalitas dari Kons Mbete

Pendidikan Adalah Jati Diri

Menurut perempuan kelahiran Waikabubak itu, pendidikan adalah jati diri dan harta yang tak ternilai bagi setiap orang. Melalui pendidikan, orang tidak akan mudah dibodohi.

Saat dihubungi oleh team ngkiong, perempuan yang memiliki kepedulian terhadap anak itu, menjelaskan jika pendidikan dapat menggerakan roda kehidupan manusia untuk menjadi lebih baik. Walaupun anak-anak di kampungnya hidup dalam keterbatasan dan tidak memiliki fasilitas yang menunjang. Tetapi, melalui sekolah yang ia gerakan tersebut anak-anak mampu dan berani bermimpi untuk menjadi lebih baik serta berguna bagi banyak orang.

Sekolah Alam Dyatame adalah sebuah rumah yang beridiri di atas Tanah Merah (Tame), rumah yang menebarkan berkat bagi banyak orang, khususnya anak-anak (Share blessings). 

Semua hal tersebut ada dalam nama mama D (Debora) dan Papa Ya (Yahya). Empri mendedikasikan Sekolah Alam Dyatame untuk kedua orang tuanya sebagai bentuk rasa kasih sayang dan bangganya.

Foto : Dokumen Empri Magi (Kegiatan Membaca)

Keluarga Jadi Relawan Utama

Baca juga: Mengenal Anes, Anak Manggarai Juara Dunia Seni Lukis Prasi

Seperti lirik lagu, jika keluarga adalah harta yang paling berharga. Tanpa ada keluarga pasti kita tidak akan menjadi apa-apa. Setiap apa yang dilakukan oleh Empri, selalu didukung oleh orang-orang di sekitarnya terlebih khusus orang tua dan adik-adiknya.

Enam saudara kandungnya, telah terlibat dan menjadi relawan di Sekolah Alam Dyatame yang didirikannya. Adik keduanya sebagai dokter hewan, yang jika pulang libur selalu mengajarkan anak-anak tentang hewan yang tidak bisa ditemukan di Sumba Barat Daya. Sementara itu, adiknya yang ketiga sebagai polisi bertugas di Mapolres setempat, ketika pulang libur, adiknya juga selalu memberikan pelajaran mengenai lampu lalu lintas kepada anak-anak.

Sementara adiknya yang keempat, sekarang masih kuliah pada program Studi Psikologi di Universitas Nusa Cendana Kupang, yang sedari SMA sudah menjadi relawan yang mengajarkan anak-anak membaca, belajar matematika, dan kesenian. Adiknya yang kelima sekarang sudah tamat SMA, namun sejak kelas sepuluh (X) ia sudah aktif mengajarkan anak-anak matematika dasar. Adiknya yang keenam adalah murid pertama yang diajarkanya di Sekolah Alam Dyatame yang ketika itu masih duduk di kelas IV SD.  Namun sejak kelas tujuh (VII) ia sudah mulai aktif mengajar bahasa Inggris. Dan adiknya yang bungsu berusia lima tahun, sudah menjadi relawan juga. Meski tugasnya hanya membagi permen pada saat selesai kelas. 

Alumnus Fakultas Sains dan Teknik Kimia Undana itu mengaku jika semua proses yang terjadi pada Sekolah Alam Dyatame akan menjadi cerita bagi keluarganya kelak.  Bahwa keluarganya telah hadir menjadi berkat dan lilin bagi sesama melalui anak-anak yang didampinginya. Walau lahir dari keluarga yang sederhana namun hidup Empri dan keluarganya bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Selain keluarga yang menjadi relawan utama, keberadaan Sekolah Alam Dyatame dibantu dengan kehadiran 20  orang suka relawan. Suka relawan tersebut datang dari anak muda lintas profesi seperti, dokter, guru, PNS, wartawan, pendeta, vicaris, pegawai bank, perawat, bidan, dan lain sebagainya.

Berkat usaha dan kerja kerasnya tanpa kenal lelah, saat ini sekolah Alam Dyatame sudah memiliki 4  cabang yang tersebar di seluruh Sumba Barat Daya (SBD). Sekolah Alam Dyatame telah menyalurkan 5000 judul bukul di seluruh wilayah Sumba. Tidak hanya itu, Sekolah Alam Dyatame juga membantu anak-anak yang menderita stunting, gizi buruk, dan menjadi team pendamping trauma healing, menjaga dan merawat lingkungan melalui pembersihan sampah plastik di sungai-sungai yang kemudian sampah tersebut dijadikan ecobricks dan kegiatan sosial masyarakat lainnya.

Sekolah Alam Dyatame juga sudah beberapa kali memenangkan kejuaraan lomba, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.

Foto : Dokumen Pribadi Empri Magi

Baca juga: Petrus Apul Pegiat Literasi yang Peduli Anak-anak Kampung

Harapan Empri Magi Untuk Anak Muda

Pemenang Perempuan Inisiator Indonesia tahun 2020 itu, menaruh harapan yang besar untuk anak muda di NTT, harapan itu terutama mengenai kemajuan literasi. Ia mengatakan “jangan takut jika usiamu semakin menua, tetapi takutlah jika masa mudamu tak berguna”. Semua orang bisa menjadi pendidik dengan caranya masing-masing, mari berbuat dengan hal kecil yang berpengaruh besar untuk peradaban, tanpa harus menunggu. Karena literasi adalah pembelajaran seumur hidup.

Sebagai founder di Sekolah Alam Dyatame, Empri  juga memiliki harapan besar untuk anak-anak didiknya. Ia berharap semoga anak-anaknya bisa membanggakan dan berguna bagi sesama di masa mendatang. Hari ini kita boleh miskin, kelaparan, susah, dan mengeluh, tatapi yakinlah suatu saat nanti kita akan berubah, asal kita mau berusaha dan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.

Empri juga berharap, suatu saat anak yang dibimbingnya bisa menjadi pemimpin dan menjadi orang yang saling mengasihi bagi sesama, serta tidak lupa dari mana mereka berasal.

Untuk diketahui, Sekolah Alam Dyatame didirikan pada tanggal 25 April 2017. Hingga kini siswa di sekolah tersebut sudah mencapai 300-san mulai dari PAUD hingga SMA. *

Oleh : Donatus Juito Ndasung

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google Analytics Stats

generated by GAINWP